Skip to Content

Lirih Hujan

Lirih Hujan 

di ujung malam yang masih perawan

 

aku dengar

derai-derai yang membisu dicelah rintik hujan yang turun perlahan

diam dan diam

(DUHA) YG TERLUPA

duha bergulir diantara subuh-subuh yang terlupa

merangkak merobek celah mega merah

tersungkur bersimpuh diantara butir-butir tasbih

seperti penuh cahaya,

Di Jendela

Malam, padamu menelikung

menghunus belati yang canggung,

"Dimana jantung?"

naskah hujan

siapakah yang meriuhku, adakah sepi ?

menghalau angin memanah rembulan, dingin

mendesing hingga ke remangnya

sampai saat aku terlepas, benar.

Amira Zarra OvitteLirih Hujan Reni NA._sP(DUHA) YG TERLUPA
Rani Selalu SendiriDi Jendelasemut kampungnaskah hujan

Sastra Lama

syair akhir zaman

syair akhir zaman,

"telah genap sudah, zaman mengawal kerajaan adam.
disetiap peralihannya ia selalu berpesan, untuk tidak menetap tinggal didalam istana.
ia tak pernah diam untuk berbicara, akan kegetiran sang tuan rumah.
nmun karena taatnya rakyat adam pada raja dunia, diambilnya satu persatu perabotan sang tuan rumah, shinggalah habis tak bersisa barang satupun jua.

Mitos Kesetiaan Widuri

ASAL MULA NAMA WIDURI. Dahulu, lebih kurang tiga abad silam, di wilayah Pemalang sebelah utara masih banyak hutan rawa. Tanah daratan yang ada kurang subur. Di tempat itu tinggallah seorang yang bernama Ki Pedaringan.

hakikat hidup

sesungguhnya hidup itu atas kehendak-Nya. bukan kita yg meminta dilahirkn bukan pula kita yg menginginknnya, menjadi anak mnusia dalam keadaan seperti apa yg telah ditentukan-Nya.

mengenal diri

mengenal diri, bukanlh mata brcermin mlihat kelebihan n kkurangan diri atau telinga mndengar dari diri yg lain, pun bukan pula mmprbandingknnya. nmun mngenal diri adalh memahami hakikat diri, ujud n rupanya, yaitu seorng hamba di dlm diri seorang adam. inilh jati diri bangsa adam, mmprjuangkn diri khambaannya untk lepas bebas dari diri kmanusiaannya.

keterasingan

disini..q asing seorng diri. asing saatku sndiri, pun asing saatku dg yg lain. 

disini..trlalu sering q ingkari diri, ingkari mereka yg gemar merias rupa n tingkah. brsama mreka snggh q tk tahan, krn bisa q tenggelam di dasar samudra yg mmbinasakan, pdhl q sdng ingn mngambil sumpah janji setia pd diriku yg slama ini acuh n mninggalknku.

hati

sesungguhnya di awal, hati manusia bersih lagi suci. namun dikemudian, ia keruh dan berkarat. seperti itulah hati manusia, berwatak suka meratap dan memelas, berwatak senang menjual dan mengharap kembalian.

bagaimanakah bila daya upaya itu tiada?

oh...bagaimanakah bila manusia  tak lg mampu membela dirinya??

sekuat apapun daya manusia menggapai kebahagiaan dunia, tetaplah ia tak kan dapat menggapainya, karena dunia selalu meminta tumbal iman, walaupun jidat berbekas tanda sujud.

jabat tanganku

melalui pena tak bertinta ini, aku simpan jejak awalku disini. pabila aku tak berbudi, berjalan melenggang tanpa permisi, sedang kita tak pernah saling isi. maka..sambutlah tanganku ini, yang ku ulurkan kepada hati yang sudi . ikatlah erat pertalian silaturrahiim ini..

Putri Kaca Mayang

Alkisah, pada zaman dahulu kala, di tepi Sungai Siak berdirilah sebuah kerajaan yang

bernama Gasib. Kerajaan ini sangat terkenal, karena mempunyai seorang panglima yang

Anak Raja yang Menulis

Selamat malam siang, selamat pagi senja

kaki ini berlari mengejar layang

kulihat monyet mandi di rawa

       Bulan tertawa tapi menangis

       perlahan membaca satu kata

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler