Skip to Content

Cerpen

HILANGNYA GITA

Maafkan aku, yang mulia. jika , aku tak becus bercerita. Dan kabulkan satu saja permohonanku, berikan aku hadiah terbesar berupa ilmu.

Jadi, begini Tuan:

Cerpen : Pulang

Masih saja hujan turun hari ini, dan mendung masih belum enggan untuk pergi dari kedudukannya. Jarum jam di arloji mungilku sudah menunjukkan pukul empat sore, tapi aku masih saja belum bisa keluar dari perpustakaan kecil ini.

Tersesat di Hulu Segah

Aku berteriak sekuat-kuatnya tetapi tidak ada yang mendengarku. Tempat ini jauh dari perkampungan. Hanya belantara luas yang membentang. Binatang-binatang buas berkeliaran. Akhhh….aku bingung harus berbuat apa. Rasa takutku pun sudah hilang. Hanya ada perasaan khawatir yang menyelinap di dalam dada.

Dan Aku Tak Menyesal

Aku hanya ingin ia mengerti perasaanku. Tak lebih dari itu. Setelah sekian lama aku berusaha meyakinkan dirinya akan cintaku, namun ia tak pernah menoleh sedikit pun terhadapku. Apa sebenarnya yang membuatnya begitu?

Oase Keladi Merah Kecil

 Langit sepertinya tegah ingin gambarkan kelam.Angin sedari tadi datang menderu deru,menusuk-nusuk tulang dan daging.Petir mengaum sekeras kerasnya,mencari gendang telinga lalu menggetarkan dengan hebat.Dan air langit tumpah juga,tanpa gerimis mula mula,tumpah ruah di pohon,daun,rumah bahkan juga jalanan desa.Bau hujan pun menyeruak  seketika dari jendela kaca kamar,bau tanahnya menga

Nada yang Berbisik

Nada yang berbisik


CERPEN DALAM KONSTELASI SASTRA INDONESIA MUTAKHIR

Maman S. Mahayana

Di awal abad ke-21 ini, cerpen Indonesia makin menunjukkan signifikansinya.Ia hadir tidak hanya lantaran derasnya penerbitan buku antologi cerpen, tetapi juga lebih disebabkan oleh kuatnya kecenderungan untuk terbebas dari mainstream. Kondisi itu tentu saja bukan tanpa alasan. Ada sejumlah faktor yang melatarbelakanginya.

Kesalahan Semut Hitam (Cerpen)

Belajarlah dari para perajurit semut hitam yang gagah berani itu.

Keluarga Manusia (Cerpen)

           “Namaku Ianton Adiguna. Seperti teman-teman yang lain, “Adiguna”, nama belakangku ini dari nama seorang ayah, dia adalah seorang yang baik, dia pengacara, sedikit yang aku tahu tentang dia. Istrinya sangat bangga dengannya. Ibuku bernama Mira Putriawan L., itu yang aku lihat di KTPnya. Dan tentu saja ada Adiguna dibelakangnya.

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler