Skip to Content

Cerpen

Percakapan bumi dan langit

 

Di suatu masa, Buana telah menyeru kepada langit, Wahai engkau yang dinamakan langit, Apakah kau tiada melihat Seluruh yang ada di atasku telah lama menggeliat, Mereka menjerit-jerit. Tanah yang ada di permukaan ku telah lama kerontang, seluruh Insan manusia pun mulai murung. Rumput beserta segenap makhluk rasakan kekeringan yang mengakibatkan sengsara tiada ujung.

GAMANG (gadis kecil pada bundanya)

Di pelataran sebuah gubuk dekat pantai, riang bermain kawanan anak-anak kecil menjelang senja.

Senja Kerinduan

Ketika akhirnya senjaku redup ditelan malam 

Ketika itulah, aku merasa kau hanya angan.

Semua tentangmu itu belaka.

Waktu sudah menipuku berjam-jam lamanya.

Gorengan Dunia Akhirat

 

Sehari setelah peresmian mushala menjadi masjid, secara aklamasi Abdul Muis terpilih sebagai ketua pengurus Masjid Nurul Iman malam itu. Semula, alumnus perguruan tinggi  Agama Islam di Palembang ini sekadar menjadi ketua panitia peresmian.

Kopi Hitam

Kopi ini untuk mengenang tentang kita.

Kami Tanpa Ayah (Versi Baru)

Suatu hari Sepulang kantor ayah mengetuk pintu rumah. Ternyata ayah pulang bersama orang-orang yang tak dikenal. Ida yang sedang duduk bersama kakak di depan tv. Lalu menyuguhkan minuman kepada mereka. Namun, orang itu tak mau minum dan tak mau duduk di kursi tamu. Mereka terus mengawasi gerak-gerik ayah.

Putri Senja

Entah apa yang sedang dirasakan oleh Senja siang itu. Pria berambut panjang itu memegang erat gelas cappucinno-nya disudut salah satu kedai kopi di Cimahi. Hati dan pikirannya masih berdiskusi dibalik lagu 'Hello' milik Adele yang mengalun memenuhi seisi ruangan kedai. Sesekali ia menyesap cappucino-nya tanpa ekspresi di raut wajahnya. Tatapannya kosong.

Orgas Love

Perempaun bermata violet kala hujan menjatuhkan seluruh kenangan itu membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Hanya dalam hitungan kedipan mata saja dia mampu untuk menakhlukkanku dalam kecup bibirnya. Bibir yang senantiasa merekahkan hasrat untuk selalu menikmatinya. Sebagai laki-laki normal aku ingin melakukan lebih bersamanya, tapi aku tak sanggup.

Bidadari Bersayap Patahku

Jari mungil yang terlilit ular itu milik perempuan berkalung senja. Dengan manja dia menghampiriku menawarkan delima yang merah meranum. Sontak aku menolak manisnya bisa yang tercampur madu. Kegigihan dan daya pikat perempuan itu terlalu kuat, hingga aku tak mampu untuk menolaknya.

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler