Skip to Content

Cerpen

Gorengan Dunia Akhirat

 

Sehari setelah peresmian mushala menjadi masjid, secara aklamasi Abdul Muis terpilih sebagai ketua pengurus Masjid Nurul Iman malam itu. Semula, alumnus perguruan tinggi  Agama Islam di Palembang ini sekadar menjadi ketua panitia peresmian.

Kopi Hitam

Kopi ini untuk mengenang tentang kita.

Kami Tanpa Ayah (Versi Baru)

Suatu hari Sepulang kantor ayah mengetuk pintu rumah. Ternyata ayah pulang bersama orang-orang yang tak dikenal. Ida yang sedang duduk bersama kakak di depan tv. Lalu menyuguhkan minuman kepada mereka. Namun, orang itu tak mau minum dan tak mau duduk di kursi tamu. Mereka terus mengawasi gerak-gerik ayah.

Putri Senja

Entah apa yang sedang dirasakan oleh Senja siang itu. Pria berambut panjang itu memegang erat gelas cappucinno-nya disudut salah satu kedai kopi di Cimahi. Hati dan pikirannya masih berdiskusi dibalik lagu 'Hello' milik Adele yang mengalun memenuhi seisi ruangan kedai. Sesekali ia menyesap cappucino-nya tanpa ekspresi di raut wajahnya. Tatapannya kosong.

Orgas Love

Perempaun bermata violet kala hujan menjatuhkan seluruh kenangan itu membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Hanya dalam hitungan kedipan mata saja dia mampu untuk menakhlukkanku dalam kecup bibirnya. Bibir yang senantiasa merekahkan hasrat untuk selalu menikmatinya. Sebagai laki-laki normal aku ingin melakukan lebih bersamanya, tapi aku tak sanggup.

Bidadari Bersayap Patahku

Jari mungil yang terlilit ular itu milik perempuan berkalung senja. Dengan manja dia menghampiriku menawarkan delima yang merah meranum. Sontak aku menolak manisnya bisa yang tercampur madu. Kegigihan dan daya pikat perempuan itu terlalu kuat, hingga aku tak mampu untuk menolaknya.

CINTA, JANGAN BURU-BURU ( Part 3 )

Hari terus berlalu, minggu ketemu minggu dan bulan berganti bulan, tak terasa dua minggu lagi Denta dan kawan-kawannya akan meninggalkan sekolah yang telah menggembleng mereka menjadi generasi muda yang lebih cerdas, cakap, dan bermoral, tempat di mana mereka telah mengukir kisahnya masing-masing selama tiga tahun l

Cinta, Jangan Buru-buru (Part 2)

“Hari bahagia, ku menyuntingmu
kusematkan cincin ini dijari manismu..
dan ikrar suci, lengkaplah sudah
kini kau menjadi milikku...”

CINTA, JANGAN BURU-BURU ( Part 1 )

 

        “ Terbiasa “

 

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler