Skip to Content

Komentar terbaru

http://tak-sekedar-bicara.blogspot.com/

ijin share y mbah....
enak mbah....
andai saja saya bisa bersamanya untuk kali ini, kan ku kuburkan ingatan akan lalu, andai saja saya bisa, pastikan berdua kan bernyanyi dalam bahtera yang tak lagi ternistakan

Mkasih om atas materinx..Ini sngat berarti buat saya yg lgi belajar acting.

Inspirasi Angin

wanita itu lincah

Sangat Bagus dan Menyentuh puisinya....

Bagus banget pak

Gersangnya Tanah Cinta Yang Telah Kembali Basah

Sejauh itulah yang mampu ku katakan dalam hati terdalamku

Tanah cintaku yang dahulu begitu hampa dan hanya tersisa serakan-serakan kesendirian, kini perlahan mulai tersirami dengan warna-warna indah dari kehidupanmu

Sejauh mata hati mengira itulah gambaran rasa cintaku padamu

Satu demi satu warna-warna kehidupan cintaku telah kembali
dan itu semua karenamu

Gersangnya Tanah Cinta Yang Telah Kembali Basah

Terselip dalam sebuah emosi imajinasi ketika aku begitu menginginkanmu untuk kumiliki selama-lamanya

Sapa, canda dan tawamu yang begitu jelas terlihat semakin tak sanggup kubendung keinginan hatiku untuk memiliki raga dan hatimu

Tapi apakah sejauh itu aku mampu menjangkaumu

Manakala perbedaan dan rasa takut itu begitu panjang membentang panjang menghadang jalan optimisku

Namun, Tuhan tak akan pernah tidur

Dan aku percaya akan itu

he..he..thanx u,..

ngebantu tugas aq

Kn Udh :D

Dalam warna, aku termenung
Diam dan mematung
Sesaat, kutulis dalam sajak-sajak biru
Halus dan memudar

Dalam warna, aku tersenyum
Memanjang, menanjak dan menukik

Bias,
Pudar dan rupawan
Selaksa sketsa seribu anak manusia
Terhenyak dalam senyuman

Dalam warna, aku menangis
Dingin dan lembab
Memutar roda-roda langit
Jatuh dan sirna tak terarah

Senyap, lirih dan sunyi
Menghempas waktu dalam untaian detik
Terkikis sejarah dalam cinta dan raga
Menggigil dan bergetar

Sudahkah ini berakhir?

Perih, perih sekali
Terhenyak dalam rongga dada, semakin sesak
Terbasuh tetesan pilu yang kian bergemuruh

Hanya detak jantung
Ya, hanyak detak jantung

iya slam knl jg,,,

Padi makin berisi mekin meruunduk..

Sdr ARZapata yg terhormat...Bukan timangan dan belaian "sabaar, tenangg..ato lainnya", sudah bukan saatnya meringis menyaksikan tragedi tragis pada kancah kesenian.

Salam kenal nina, dari Jatim mana? Penggila sastra juga..??

Usia boleh penghujung, tapi karya tiada ujung...Hehehe

Manusia dan tingkahnya...

Bahasa kopi pahitmu begitu memiliki rasa dan makna yang begitu dalam. Kasih susu sedikit biar lebih mantap, sru...p ah..., mantap..., he...

sastra sangat berpotensi untuk regenerasi nilai

Bagus! sampai-sampai aku memposisikan sebagai Yan. Pembaca cukup larut terbawa pada klimak. Anti klimaknya membawa penasaran pembaca. Ditunggu lanjutannya, ya?!
aku ingin belajar dari Anda.

puisi Religi

durasinya berapa menit ???

seperti menangkap sebuah kekuatan yang antah berantah, namun nyata...keliaran yang jalang dan kejalangan yang liar...
salam kenal

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler