Skip to Content

HUJAN ADALAH LAGU

(1)

Hujan adalah lagu

Pada celah-celah batu

 

(2)

Kehidupan dimulai setelah titik air pertama

Yang jatuh membuka pejam kelopak mata

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

Cerpen : Pulang

Masih saja hujan turun hari ini, dan mendung masih belum enggan untuk pergi dari kedudukannya. Jarum jam di arloji mungilku sudah menunjukkan pukul empat sore, tapi aku masih saja belum bisa keluar dari perpustakaan kecil ini.

Bukankah kita berasal dari tanah gersang ?

Kita berkelakar dalam kelebat bayang yang tak tampak,


PangkaHUJAN ADALAH LAGUombiKETIKA POLITISI BERPUISI
Reffi Dhinar SeftiantiCerpen : PulangRiniintamaBukankah kita berasal ...

Puisi

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

DI ALTAR PEMEDAL AGUNG

Langit  terdiam memainkan masa silam

menatap sunyi para leluhur

diantara bongkahan patung patung

dan lumut lumut yang tertahan

Hening Ladang ini

 

ketika aku terjaga malam ini.. kudengar mereka tak lagi riuh memainkan selendang "Dewi" diantara benih buliran hidup.. hanya kesunyian merangkulnya dengan hentak jantung sang gerimis yang berdenyut lemah..

Elegi Puisiku Untuk Iza

Za…

Ada sesal di sini

ketika ruh kita tak saling bercumbu lagi

dalam persaudaraan yang sengaja kita cicipi

setelah dicipta sendiri

 

DAUN MANGGA

Melihatmu
seperti aku kembali pada hijau yang tertendang 
di dalam gedung berkardus-kardus
riuh dengan celoteh pekerja perempuan 

HUJAN ADALAH LAGU

(1)

Hujan adalah lagu

Pada celah-celah batu

 

(2)

Kehidupan dimulai setelah titik air pertama

Yang jatuh membuka pejam kelopak mata

Bukankah kita berasal dari tanah gersang ?

Kita berkelakar dalam kelebat bayang yang tak tampak,


Cik 2

sebelumnya ada dua permohonanku

pertama : kumohon izinkan aku menjadikanmu ibu bagi sajak-sajakku

kedua    : kumohon kabulkan permohonanku yang pertama.

Cik

gerimis apa kabar????

malam mencembung pada ruas-ruas langit saat kutorehkan mimpi yang ku bawa...

kau dan senja terakhir

Re, ada serpihan kaca yang luruh dari pias matamu sore itu.

sebelum jingga memahat riak pada lautan,

kupahat sendu wajahmu pada genangan air yang bersimpuh di kakiku.

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler