Skip to Content

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Joan UduPerempuan JalangIyus YusandiRenjana
Mega Dini SariMungkin Aku LupakesaSajak Ombak

Puisi

Ingatan masa kecil

Ingatan masa kecil

Waktu berlalu kian jauh

Masa di mana aku bebas

Tak terhitung kenangan yang membekas

 

Beribu menit berlalu

maafkan daku

entah berapa lama benih itu tersimpan di ladang hidupku

karena seringkali aku tak peduli dengan yang terjadi 

akupun seringkali tak peduli dengan yang ada di sekelilingku

mukena itu

perjalanan bianglala cinta kian mengkristal

meski kita masih meraba

tentang kesungguhan

ataukah hanya sebatas hiasan

seperti bunga-bunga meja 

kucari rembulan

kucari rembulan malam ini

kusibak mendung dengan tatapan di antara gemuruhnya kota

untuk sekedar bercanda dan mengalunkan bait-bait puisi

kucari rembulan malam ini

Untuk Anak-anakku

anak-anakku

perlahan dan pasti engkau akan sampai

saat-saat engkau harus menelusuri makna perjalanan diri

TENGGELAM DALAM LAUTAN RINDU

lautan rindu meneggelamkanku

dikala hujan menghapus jejaknya

seumpama senja yang ikut menghilang

terhapus malam yang menggantikan sore 

TENGGELAM

TENGGELAM

Tenggelam aku sudah dalam larut kehangatan rimbun cinta tak berwarna

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler