Skip to Content

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

IRAMA NAN BERSENANDUNG

IRAMA NAN BERSENANDUNG

Kemirau @ Sang Murba

 

“HAIRAN sungguh aku dengan orang sekarang!” Rasa kesal jelas terpancar di wajah Long Nah. Segala yang terbuku di hatinya selama ini bagaikan tidak tertahan-tahan lagi.

Molotov Terakhir

peluru melesat. menerobos kulit yang asing. menembus dada berdetak tegas

pemilik langkah yang enggan mundur

walau udara memanas di dalam kepala

ombiKETIKA POLITISI BERPUISIJoan UduPerempuan Jalang
KemirauIRAMA NAN BERSENANDUNGSalman ImaduddinMolotov Terakhir

Puisi

Drama Api Rumah Tangga Polisi

Ketika keinginan bermain judi online beradu
Dengan kebutuhan rumah tangga yang menunggu,
Api amarah ternyata lebih mematikan,

Jawablah!

Jawablah!

Kau siapa sesungguhnya?

Bertahta duduk di istana

Tanpa malu kau berkata

Membungkus dusta 

dengan senyum licik

 

kusimpan senyumu

betapapun telah begitu lama engkau tak menyapa

betapapun telah begitu lama engkau membisu

yang seakan engkau tiada lagi hadir dalam angan

senyum istriku

Istriku, Senyuman dan Bunga Kecubung

 

di antara berjuta senyum dan tawamu sejak pertama kali bertemu

separuhnya sengaja kau tambahkan ramuan memabukkan

Sketsa pagi

/
Kicauan burung
Gemersik dedaunan
Nyanyian alam

SURAT SEPI UNTUK KOPI

SURAT SEPI UNTUK KOPI 

 

Hari ini aku sengaja menulis surat dengan lukisan berkabut.

Lihatlah, dalam sebuah serat yang begitu lembut.

 

buku-buku ini membisu

ruang ini sepi

buku-buku ini membisu

dan selamanya akan tetap membisu

tapi jika engkau mau bersahabat

menelusuri percikan mutiara di dalamnya

Babu

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler