Skip to Content

#4334_#437 Lilik Puji Astutik II

Foto Hakimi Sarlan Rasyid

 

 

 

KERINDUAN DI PADANG GERSANG  Lilik Puji Astutik

 

Gigil mencumbu pagi nan syahdu

Angin berdendang lagu sendu

Jingga merona di kaki bukit nan jelita

Indah terasa sempurna dipandang mata

 

Lalu hati bergejolak merenda aksara

Rindu tak jua sampai pada yang didamba

Sudah teramat gersangkah rasa

 

Semilir kembali hempaskan gejolak jiwa

Kerinduan semakin mengila

Hingga meledak rasa yang memberontak di dada

 

Kerinduan di padang gersang menyiksa jiwa

Begitu lelah jiwa memuja

Namun kau tak pernah perduli rasa

Hingga aku terbakar api kecewa

 

Krian Sidoarjo 21 Pebruari 2021

 

 

AKU MASIH MERINDU  Lilik Puji Astutik

 

Tak ada lagi tegur sapa

Atau canda yang menggoda

Bisu aksara jadi hampa

Aku terdampar rindu yang sesakkan dada

 

Ingin memulai untuk menyapa

Ragu tercipta dalam buaian aksara

Ketakutan akan menjadi sia-sia juga siksa

 

Aku masih merindu juga mendamba

Tapi mengapa kau diam seribu bahasa

Membiarkan aksaraku bertebaran tiada guna

 

Tiadakah rindu di hatimu untukku

Sekejap saja aku ingin bertemu

Aku sadar batasanku hanya merindu

Karena aku tahu kau terlahir bukan untukku

 

Krian Sidoarjo 12 Pebruari 2021

 

KAMU Lilik Puji Astutik

 

Kamu seperti kijang yang menari

Menggodaku dalam kerinduan nan sunyi

Mengajakku terus berlari dalam ilusi

Mencari jejak pelangi yang hilang ditelan bumi

 

Kamu adalah kerinduan abadi

Yang singgah dan menetap di hati

Hingga aku harus terjebak dalam luka

 

Kamu adalah hiasan terindah hari

Saat rindu mulai meminta untuk dimengerti

Walau kadang keresahan hinggapi jiwa

 

Kamu sempurna menyiksa jiwa

Dengan rindu yang membara

Seakan nyata tapi tiada

Karena kamu tanyakan fatamorgana

 

Krian Sidoarjo 8 Pebruari 2021

 

TERSESAT PADA RINDU  Lilik Puji Astutik

 

Hati mengapa tak kau pahami

Mengapa terus mencari

Sedang dia tidak pernah datang kembali

Untuk menjenguk apalagi menemani

 

Mengapa terus tersesat pada rindu

Bila semua hanya semu

Bila semua tak mungkin dalam genggamanku

 

Terus saja aku menunggu

Mungkinkah kita akan bertemu

Harapku hanya mampu menembus diksi bisu

 

Selaksa aksara menjadi teman

Hanya mampu menghadirkanmu dalam angan

Mengapa aku tak bisa melupakan

Sedang engkau tak mungkin dalam pelukan

 

Krian Sidoarjo 5 Pebruari 2021

 

ADAKAH RINDUMU UNTUKKU  Lilik Puji Astutik

 

Kutoreh rindu pada lembaran biru

Selaksa rasa menyesakkan kalbu

Dalam kegaduhan aksara ingin bertemu

Diksi menari tiada tentu

 

Adakah rindumu untukku

Sedikit saja adakah aku dihatimu

Ingin aku berlindung di balik teduh tatapmu

 

Banyak yang tak bisa dipahami dengan egoku

Aku selalu merindu

Walau kutahu batasanku hanya sampai di situ

 

Diam sendiri menepis sepi

Kemudian kucuri perhatian lewat diksi

Mengapa kau tak pernah pahami

Bahwa rindu ini telah mengikat hati

 

Krian 30 Januari 2021

 

SIMPANG  Lilik Puji Astutik

 

Aku tersesat pada keraguan

Begitu banyak simpang yang mengoda angan

Selalu saja rasa menjadi permainan

Saat jiwa mulai lepas tak berhaluan

 

Begitu kejamnya kehidupan

Yang membuat diri terus berada pada persimpangan

Melaju atau diam dalam ketidakpastian

 

Tuhan mengapa takdirku KAU rumitkan

Melewati jalan berliku yang melelahkan

Hingga aku terdampar pada kemunafikan

 

Ingin rasanya pergi mengembara

Lalu kemana kaki akan melangkah

Ingin bertahan dalam dilema

Tapi sakit ini membuatku begitu lelah

 

Krian Sidoarjo 1 Pebruari 2021

 

DUHAIKU Lilik Puji Astutik

 

Ah rindu mengapa kau kurung aku

Dengan rasa gigil yang beku

Seperti es yang membatu

Ingin bertemu tapi takut melaju

 

Datanglah padaku walau sekejap saja

Agar rindu tak kian membara

Membakar seluruh rasa jiwa

 

Duhaiku mengapa dan mengapa

Aku merindu sendiri kau tiada merasa

Ingin berlalu tapi wajahmu selalu mengoda

 

Rindu ini telah mengikat luka

Hingga aku terikat pada derita

Kemana akan kubawa rasa

Bila kau hanya diam seribu bahasa

 

SIDOARJO 28 JANUARI 2021

 

NEGERI SILUMAN Lilik Puji Astutik

 

Aksara mengalun indah bagai biola

Jemari lentik menari ikut menyapa

Polesan warna jadi teman cerita

Entah siapa gerangan dia di sana

 

Begitu banyak keakraban

Terjalin indah dalam persahabatan

Walau kadang ada sedikit persaingan

 

Negri siluman dengan beribu ketidakpastian

Terjelajahi oleh para seniman

Yang asyik merangkai aksara keindahan

 

Aksara tergores indah pada maya

Lalu diksi juga terbang nyata

Seakan dekat begitu nyata

Walau akhirnya terikat hanya ilusi belaka

 

Krian 25 Agustus 2021

 

GONJANG GANJING NEGRI ANTAHBERANTAH

Lilik Puji Astutik

 

Pergulatan aksara mulai

Semua minta benar sendiri

Saling sindir dan memaki

Aku jadi bingung sendiri

 

Apa yang mereka cari

Mengapa harus berdebat dengan diksi

Bukan aksara lebih indah untuk bersilaturahmi

 

Kalimat indah dipenuhi kata benci

Menyerang dengan aksara sampai menikam hati

Mengapa semua ini bisa terjadi

 

Gonjang ganjing negri antahberanta

Saling memaki tiada lelah

Membuat hati kian jengah

Mengapa aksara menjadi sumpah serapah

 

Krian 24 Januari 2020

 

HUJAN DAN HARAPAN Lilik Puji Astutik

 

Hujan masih tinggalkan aroma

Angin masih lembut menyapa

Tak terasa berderai air mata

Saat kenangku jatuh pada aksara

 

Tertulis indah sebuah diksi

Saat kita saling bisa memahami

Memberi warna dunia agar berseri

 

Hanya kenangan yang tinggal dalam memori

Hujan menjauhkan semua yang kuingini

Lembah hati pun terisi belukar berduri

 

Hujan masih tinggalkan aroma

Semua seakan masih jelas terasa

Hanya inginku mendekapmu dengan cinta

Sedang kau telah terbang entah kemana

 

Krian 22 Januari 2021

 

AKU KAU HUJAN DAN KENANGAN  Lilik Puji Astutik

 

Aku tak pernah bisa melupa

Setiap penggalan kisah dalam cerita

Selalu saja terkenang walau hadirkan luka

Terkadang tangisan mengaliri mata

 

Kau mungkin hanya serangkai mimpi

Yang tak pernah bisa dimiliki

Memberi cerita indah juga menyakiti

 

Hujan saksi bisu semua rasa

Rinainya menyayat pilu di dada

Terus mengenang walau telah telah tiada

 

Aku kau hujan dan kenangan

Membuat jelaga hitam pada angan

Membenci tapi tenggelam dalam kerinduan

Mungkin rasa ini akan kubawa pada alam keabadian

 

Krian 22 Januari 2021

 

CEPATLAH BERLALU  Lilik Puji Astutik

 

Malam menapak sendiri

Hujan temani sepi

Sempurna diri tersakiti

Merindu tak memiliki

 

Duhai malam cepatlah berlalu

Agar mentari pagi menyinariku

Memberikan hangat pada tubuhku

 

Krian 21 Januari 2021

 

TENTANGMU  Lilik Puji Astutik

 

Hujan menyapa pada pagi

Rinainya terasa begitu mengiris hati

Saat rindu tak lagi bisa dipahami

Haruskah menghiba untuk dimengerti

 

Rindu ini masih tentangmu

Walau ceritanya tak seindah awan biru

Tetap saja menjadi dambaan kalbu

 

Entah kapan akan bertemu

Semua terasa begitu abu abu

Adakah rasa ini sampai padamu

 

Masih tentangmu yang jadi puja

Mungkin kita tak bisa berjumpa

Ijinkanlah hati terus mendamba

Walau yakin harapan hanya hampa

 

Krian 20 Januari 2021

 

ILUSI HASRAT Lilik Puji Astutik

 

Hujan mengapa dia datang kembali

Dalam aksara di negeri fantasi

Aku merindu setengah mati

Dia berlalu tak singgah disini

 

Rindu datang bersama rinainya

Pelangi bisu engan menyapa

Diam bersama jatuhnya airmata

 

Mengapa harus tergoda

Pada ilusi yang tiada nyata

Bila hasrat hanya gairah maya

 

Hampa kurasa saat sendiri tiba

Ilusi ilusi kecil mulai menata aksara

Rindu ini seperti butiran bencana

Yang siap menabur duri dalam luka

 

KRIAN 19 JANUARI 2021

 

UNTUK SIAPA  Lilik Puji Astutik

 

Sendiri terikat rasa

Menepi pada senja

Menanti untuk berjumpa

Walau sekejap saja

 

Rindu ini untuk siapa

Hanya aku yang merasa

Kegaduhan yang resahkan jiwa

 

Krian 18 Januari 2021

PADA MALAM Lilik Puji Astutik

 

Pada malam kutitip keresahan

Di antara rintik gerimis juga desahan

Mengapa hati terus berlarian

Mencari jejak yang tak kelihatan

 

Pada malam begitu banyak pinta

Diantara sepi yang menyapa

Terangkai tangis dalam ribuan doa

 

Tuhan telah kuterima

Semua takdir yang ada

Walau hati kadang memberontak pada dilemma

 

Pada malam ingin kuhapus rasa

Rasa yang tak patut untuk dijamah

Hingga membuat hati begitu lelah

Mengejar mimpi yang berlumur dosa

 

Krian 18 Januari 2021

 

 

TAK BERDAYA Lilik Puji Astutik

 

Pagi berselimut pekat

Gigil terasa begitu menyayat

Hati tertikam luka berkarat

Sakit terasa jiwapun sekarat

 

Lalu mengapa harus terus merindu

Bila hati terasa tersayat sembilu

Sakit terluka hingga rasa jadi kelabu

 

Tangis berteman ratap luka membiru

Aku penuh harap engkau berlalu

Rindu terdampar pada hati yang beku

 

Terus menanti walau teringkari

Terus memuja walau tak memiliki

Terus meminta walau tiada yang peduli

Aku terdampar pada ketidakberdayaan hati

 

Krian 17 Januari 2021

 

SUARA KERINDUAN  Lilik Puji Astutik

 

Lirih memanggil dalam dekap luka

Dimana singgasana tak bertasbih bahagia

Rasa melambung dalam hampa

Sepi senyap diam beku nestapa

 

Suara kerinduan memanggil pilu

Meratap meminta untuk bertemu

Tapi bahtera tak juga sudi berlabuh

 

Lalu angin berbisik penuh syahdu

Tentang kisah yang tak pernah bersatu

Hingga membuat hati kian gaduh

 

Suara kerinduan meratap pada senja

Kalam suci berkumandang indah di telinga

Rindu kian memuncak pada jiwa

Tapi hati tetap angkuh dalam dilema

 

Krian 16 Januari 2021

 

KETIKA SENJA  Lilik Puji Astutik

 

Matahari elok mewarnai dunia

Sinar jingganya penuh pesona

Pada batas waktu menuju purnama

Indah semburat mewarnai senja

 

Ketika senja rindu memeluk manja

Menghadirkan resah yang menikam jiwa

Menyayat hati terpenuhi gelora

 

Rindu berteman sunyi tak berbunga

Tenggelam pada rindang kecewa

Menangis karena hanya sanggup memuja

 

Ketika senja tenggelam dalam ilusi

Ada rasa sakit yang menusuk hati

Selalu ternikmati tak bisa berlari

Sempurna menyiksa dalam coretan diksi

 

Krian 15 Januari 2021

 

DIMANAKAH ENGKAU  Lilik Puji Astutik

 

Senja mengapa hati terus merindu

Sedang waktu terus berlalu

Meninggalkan segala pengharapan palsu

Diam dalam tangisan pilu

 

Telah patah harapan pada keyakinan

Janji hanya manis pada bualan

Lalu lentara kebahagiaan terpadamkan

 

Mengapa engkau selalu tinggal pada angan

Bila hati telah kandas pada bathera tak bertuan

Sesak pilu rindu dalam perjalanan

 

Dimanakah kau berada

Angin lalupun tak mau bawa kabar berita

Aku mencari entah kemana

Jejakmu hilang ditelan masa

 

Krian 13 Januari 2021

 

BIAS  Lilik Puji Astutik

 

Di ujung jalan

Entah dimana gerangan

Rasa yang tak bertuan

Meratap dalam kesepian

 

Sepi menjadi teman abadi

Rindu hati tersayat tak memiliki

Kenangan hanya serupa mimpi

 

Takdir haruskah disesali

Bila semua tak seindah yang diingini

Diam seribu bahasa dalam hening sunyi

 

Ingin bahagia yang datang luka

Kehidupan hanya bias fatamorgana

Seakan semua dekat dan nyata

Pada akhirnya semua kosong dan hampa

 

Krian 13 Januari 2021

 

SALAH RASA  Lilik Puji Astutik

 

Sakit menikam dada

Perih begitu terasa

Rindu kembali mengoda

Mengapa begitu memuja

 

Mengapa aku harus melangkah

Bila rasa ini salah

Menepi untuk hilangkan lelah

 

Krian 9 Januari 2021

 

JIKA AKU Liik Puji Astutik

 

Jika aku tertinggal maka tunggulah

Jika aku tertidur maka bangunkanlah

Jika aku bersalah maka maafkanlah

Jika aku berlari makan hentikanlah

 

Aku hanya manusia biasa

Tak bersih dari khilaf dan dosa

Maka berilah kedua tanganMu untuk menyangga

 

Aku hanya manusia

Tak lepas dari sombong dan angkara

Maka biarkan kubasuh segala derita

 

Tuhan padaMu aku akan kembali

Semua takdir telah kujalani

Surga atau neraka aku tak memiliki

Hanya Engkau yang memiliki segala yang suci

 

Krian 9 Januari 2021

 

HUJAN  Lilik Puji Astutik

 

Hujan turun pada senja

Kidung pilu tangis luka

Mengajak jiwa menari ke angkasa

Mencari pelangi yang menjadi puja

 

Hujan membawa rinai kerinduan

Gigilnya ciptakan syair kesedihan

Angin pun berbisik sunyi keresahan

 

Bilakah semua hilang dari angan

Bila semua kenangan datang saat hujan

Menghampiri lalu mengikat perlahan

 

Hujan menjadi ikatan memori

Yang selalu ingin kukenang kembali

Saat kita bertemu dalam buaian mimpi

Yang menyatukan kita dalam ilusi

 

Krian 8 Januari 2021

 

KETIKA HUJAN  Lilik Puji Astutik

 

Ada bayangan yang begitu indah

Yang menjadi puja pada setiap langkah

Saat hati mulai berkalang gundah

Menarikan diksi yang berkidung resah

 

Kau hadir ketika hujan

Menjadi indah memenuhi angan

Senyum tersunging dalam keceriaan

 

Aku hanya memiliki ketika hujan

Walau hadirnya hanya sebuah bayangan

Rindu bisa mengajak untuk berterbangan

 

Melayang angan pada kenangan usang

Seutas senyum indah tinggal di sudut pandang

Diantara rinai hujan ada engkau tersayang

Walau hanya sekedar bayangan tak akan terbuang

 

Krian 8 Januari 2021

 

HUJAN DAN KEINGINAN  Lilik Puji Astutik

 

Pelangi bawalah terbang hati yang gersang

Untuk bertemu kembali yang tersayang

Sekejap saja walau hanya di sudut pandang

Mendekap sesaat kemudian pulang

 

Hujan mengapa suaramu menikam

Bagai sembilu mengiris tajam

Pelangi indah juga kandas terejam

 

Resah bersanding rindu menghujam

Keinginan bertemu semakin tak teredam

Kisah pilu terhenti diujung kelam

 

Hanya keinginan yang memeluk kerinduan

Airmata tak lagi tumpah dalam tangisan

Beku serasa mati hanya berjalan dengan angan

Sudahi cerita tapi terus hidup dalam bayangan

 

Krian 6 Januari 2021

 

LUKA YANG KIAN MENGANGA Lilik Puji Astutik

 

Bayangan nan teduh singgah di mata

Ingin memeluk tapi tiada berdaya

Diam hanya airmata melelahkan jiwa

Membasahi luka yang kian menganga

 

Hujan membuat hati kian merindu

Walau sebatas ilusi hati ingin terus melaju

Memeluk mesra walau hanya sebatas semu

 

Rindu jatuh pada kanvas biru

Walau kini lusuh dan amat kekabu

Menikmati keindahan indah masa lalu

 

Terjebak dalam memori hujan

Saat bermanja bergandengan tangan

Walau tak pernah berpelukan

Getaran halus itu selalu nikmat kurasakan

 

Krian 7 Januari 2020

 

PUSARA RASA Lilik Puji Astutik

 

Terkubur bersama seribu luka

Rindu terus memahat derita

Pada waktu yang hati tak berbunga

Kelam jalan pada suatu cerita

 

Telah terkubur semua rasa

Walau tiada berpusara

Menjadi kenangan sepanjang masa

 

Tangis tak mampu redam kecewa

Bahagia telah pergi tinggalkan jiwa

Hanya luka yang terbakar dan membara

 

Harapan hilang tergusur angkara

Janji manis di bibir sakit di rasa

Terkubur pengharapan nisan tak bernama

Tinggal dingin membeku hati dalam problema

 

Krian 7 Januari 2021

 

 

BILA AKHIRNYA Lilik Puji Astutui

 

Rindu bertasbih sepi

Dingin menusuk hati

Tercoreng gairah birahi

Meredam rasa tersakiti

 

Mengapa hati terus berkelana

Bila akhirnya harus tersiksa

Berjibaku dengan tangisan luka

 

Krian 6 Januari 2021

 

DALAM MIMPI Lilik Puji Astutik

 

Malam merobek jiwa

Hening bersanding lara

Terbuka kedua mata

Redup dalam problema

 

Hasrat diam dalam mimpi

Indah sesaat kemudian pergi

Entah kapan akan kembali

 

Krian,  5 Januari 2020

 

KIDUNG MASA LALU Lilik Puji Astutik

 

 

Ratapan lara tersudut sepi

Rindu kian tak bisa dipahami

Sendiri tersiksa dalam balutan ilusi

Mendekap kisah yang tak mau tinggalkan hati

 

Kidung masa lalu barisan luka

Tak bisa terlepas walau buat derita

Kisahnya masih terlalu indah untuk dilupa

 

Kadang menari sendiri menyambut senja

Menatap mesra awan jingga

Mungkinkah dia akan segera tiba

 

Penantian tiada arti hingga hati melayu

Entah berapa dasawarsa kita tak bertemu

Tapi aku selalu setia menunggu

Walau hadirmu hanya serupa angin lalu

 

Krian 4 Januari 2021

 

 

CUKUP MERINDU  Lilik Puji Astutik

 

Gigil pagi merobek rasa

Pelukan hangat bias problema

Hati berlari entah kemana

Apa yang dicari dalam kelana

 

Cukuplah hanya diam dalam rindu

Jangan memberontak atau melaju

Redam rasa walau hati terasa pilu

 

Cukup di sini menunggu untuk bertemu

Biarkan waktu dan keinginan menyatu

Walau alam tak mungkin menjadikan satu

 

Cukup merindu karena tak memilikinya

Biarlah teduh tak menyanding jiwa

Tetap setia dalam pelukan lara

Menggenggam bara sepanjang masa

 

Krian 4 Januari 2020

 

PERSIMPANGAN  Lilik Puji Astutik

 

Tangis tak jua luruh mendekap luka

Tarian indah gemulai mengikat siksa

Banjir pujian mulai mengukir duka

Kemana arah dan tujuan tak bisa terlihat mata

 

Persimpangan ini sempurna membuat dilema

Hati mengapa engkau begitu tergoda

Pada warna indah dalam nada petaka

 

Hari terlalui kaki melangkah tak pasti

Kemana harus membawa janji suci

Bila persimpangan terus jadi penghalang diri

 

Hati diamlah dalam seribu bahasa

Menutup rasa atau terus tergoda

Tetaplah diam dan belajar melupa

Agar jiwa tak terus dalam prahara

 

Krian 3 Januari 2021

 

AKU HARUS BAGAIMANA  Lilik Puji Astutik

 

Sayap sayap rindu masih mengembang

Hati juga masih melayang layang

Mengajak jiwa untuk terbang

Mendekap rasa yang terbuang

 

Aku harus bagaimana

Bila rindu terus saja datang mengoda

Menulis sejuta puisi penuh rasa

 

Rindu telah membelenggu jiwa

Ikatannya kuat melilit luka

Merana tak pernah bisa melupa

 

Mengapa harus kembali

Rindu yang telah kuusir pergi

Menetap memenuhi rongga hati

Hingga aku terikat pada ilusi kembali

 

 

PASRAH  Lilik Puji Astutik

 

Saat tua nanti

Jangan biarkan aku sendiri

Atau kau tinggalkan aku pergi

Temani aku hingga mati

 

Tak perduli setiap cacian

Aku yakin dalam keteguhan

Hidupku hanya sebuah pengabdian

 

Temani aku hingga tua nanti

Dalam keadaan apapun aku tak peduli

Bersamamu telah kuikat janji nan suci

 

Aku tak takut akan penghakiman

Semua telah terlalui dalam perjalanan

Cinta kita memang tak pantas untuk di banggakan

Tapi aku selalu tulus dalam pengabdian

 

Krian 30 Desember 2020

 

TAK INGIN Lilik Puji Astutik

 

Tak ingin mengingat tapi menyapa

Tak ingin merindu tapi memuja

Dalam ejaan rasa tertuang dalam aksara

Segala yang terindah terpampang nyata

 

Tak ingin mendekat tapi terikat

Rindu membawa beban yang sarat

Haruskah menunggu hingga akhir hayat

 

Kisah terhenti tak tertulis dalam hikayat

Merendah aksara dalam buaian pekat

Gelap gulita rasa hingga tersesat

 

Tak ingin kembali tapi terus bermimpi

Hingga berjuta aksara merangkai diksi

Tak ingin mengenang tapi hadirkan fantasi

Untuk bertemu walau hanya dalam ilusi

 

Krian 28 Desember 2020

 

DALAM PILU  Lilik Puji Astutik

 

Sepi hanyutkan rasa

Rindu menyiksa jiwa

Jemari tengadah meminta

Hanya kegelisahan menyapa

 

Rindu memuja dalam pilu

Jalan cerita mengharu biru

Berakhir dalam kisah syahdu

 

Krian 28 Desember 2020

 

SEMU  Lilik Puji Astutik

 

 

Saat gairah terpadu

Dalam alam semu

Melambungkan angan tiada tentu

Berkhayal hasrat melayu



Mengapa harus meminta

Bila sudah terbiasa

Menjamah rasa hanya ilusi belaka



Gairah sesaatkan jiwa

Saat jemari mulai meraba

Ada yang salah pada aksara



Diam terputus segala pesona

Sadar bermimpi dalam dilema

Meredam hati agar tak bermanja

Melepas agar damai hati juga rasa



Krian 25 Oktober 2020

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler