Skip to Content

#4334_#437 Lilik Puji Astutik II

Foto Hakimi Sarlan Rasyid
files/user/8241/175446116_996181254452245_2320113950594518807_n.jpg
175446116_996181254452245_2320113950594518807_n.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TERBANGLAH RINDU Lilik Puji Astutik

 

Datanglah sebelum rasa jadi layu

Sesaat saja walau semu

Sebelum raga menjadi beku

Penuh tangis ratap pilu

 

Terbanglah rindu aku ingin bertemu

Mencurahkan segala rasa yang bergejolak di dadaku

Menatap sekilas cukuplah puas rasaku

 

Jangan terlewati hari

Sampai aku kan mati

Rindu ini milikmu abadi

 

Terbanglah rindu aku menunggu

Untuk sekedar menatapmu

Sekilas kemudian kubiarkan kau berlalu

Terbanglah rindu aku sadar kau bukan milikku

 

Krian Sidoarjo rabu 5 Mei 2021

 

RINDU MENDAYU HATI MERATAP PILU Lilik Puji Astutik

 

Rembulan memerah masih menemani pagi

Kutilang bernyanyi pecahkan sunyi

Meratap dalam seribu keinginan sendiri

Adakah hari esok akan bertemu kembali

 

Kerinduan menikam rasa

Mengajak berlari-lari dalam dilema

Membuang pesona tapi hati terus memuja

 

Rindu mendayu hati meratap pilu

Anginpun mendesah dalam gigil yang beku

Bayangan semu menyusup hingga kalbu

 

Mengapa harus merindu bila tak memiliki

Mengapa harus ada rasa bila menyiksa hati

Ingin berlari tapi dia terus membayangi

Rindu ini semu yang selalu kupuja dan kunikmati

 

Krian 6 Mei 2021

 

 

 

BATASANKU HANYA PADA RINDU

 

Menunggu waktu untuk bertemu

Hati terpenuhi rindu

Begitu dalam hati mendamba

Walau tak mungkin memilikinya

 

Semilir angin bermanja pada dedaunan

Hadirmu selintas pada angan

Terlukis indah barisan biru pada awan

 

Rindu kian menyakitkan

Saat raga hanya berteman khayalan

Keyakinanpun tak sanggup menghadirkan

 

Batasanku hanya pada rindu

Merindu walau semua semu

Merindu walau begitu menyiksa hatiku

Dan getaran halus itu kunikmati sebagai luka yang dititipkan angin lalu

 

Jombang 2 Mei 2021

 

 

BARA API KERINDUAN Lilik Puji Astutik

 

Gerimis tak juga hanyutkan rasa

Rindu terus saja menyiksa

Mengakar bersemayam di dada

Hingga raga terpasung dalam dilema

 

Terbakar aksara dalam angan

Menari sendiri tiada berteman

Hanya menunggu yang tak pernah singgah dalam dekapan

 

Bara api kerinduan kian membara

Tak juga terpadamkan walau hujan deras melanda

Terus menghadirkan dalam kuil cinta

 

Seharusnya sadar diri tiada berharga

Telah mati rasa hingga rindu tak terlerai asta

Tangan kembali memeluk hampa

Karena rindu hanya api yang tak pantas didamba

 

Krian 4 Mei 2021

 

 

AKU MASIH MERINDU Lilik Puji Astutik

 

Terhempas rasa

Saat sadar tiada guna

Merindu tersiksa

Sendiri merana

 

Ingin membuang segala pesona

Raga tak berdaya menahan goda

Sepasang mata indah serasa menatap mesra

 

Hadir bersama senja

Membingkai harap seluas samudera

Suatu saat pasti berjumpa

 

Aku terus merindu

Walau kau tak pernah peduli padaku

Malang nian kisah hatiku

Yang terdampar rasa semu

 

Krian 29 April 2021

 

SAAT AKU RINDU KAU PUN BERLALU

Lilik Puji Astutik

 

Detak irama hati tak terkendali

Kerinduan terbangkan rasa begitu tinggi

Mengapa terus saja mencari

Bila takdir tak mempertemukan kembali

 

Rindu membingkai luka pada kalbu

Fatamorgana semakin membias semu

Terhempas jiwa bahagia kembang layu

 

Saat rindu kau pun berlalu

Hanya tinggal jejakmu dalam sudut pandanganku

Sepi menghantui jiwa hingga hanya mampu diam termangu

 

Mengapa tak lagi ada sapa ramah

Hingga aku diam dalam gundah

Ingin mendekap mesra walau hanya bayangan yang singgah

Kau pergi berlalu tinggalkan aku dalam gelisah

 

Krian 27 April 2021

 

HARAPAN YANG MENYIKSA Lilik Puji Astutik

 

Selalu berharap pelangi

Hingga keinginan terbang tinggi

Telah mendapatkan bahagia hati

Namum masih tenggelam dalam fantasi

 

Walau telah menggenggam cinta suci

Masih saja hidup dalam ilusi

Merendahkan kerinduan dalam diksi

 

Selalu terbakar keinginan

Merindu dalam ketidakpastian

Sunyi dalam keramaian

 

Saat berharap terang pada bintang

Aku tertidur dengan mata terjaga

Jiwa terasa begitu gersang

Saat harap hanya ilusi yang menyiksa

 

Krian 22 April 2021

 

TEMANI AKU RINDU Lilik Puji Astutik

 

Baringkan saja harap

Walau begitu senyap

Rindu mungkin akan menjadi teman

Saat diri dalam kesunyian

 

Bait diksi terangkai indah

Hati mulai pasrah

Saat raga terlanda lelah

 

Hanya mampu menghadirkan

Sosok puja dalam angan

Yang selalu indah dalam impian

 

Temani aku rindu

Walau rasa sakit itu seperti hantu

Yang membayangi setiap langkahku

Kunikmati setiap desiran halus yang menyergap kalbu

 

Krian Sidoarjo 18 April 2021

 

RINDANG RINDU TAK BERTUAN Lilik Puji Astutik

 

Serasa hancur berkeping hati

Saat rasa hanya menyentuh diksi

Mungkinkah rindu akan terobati

Sedang kau hanya singgah pada ilusi

 

Rindu kian rindang dalam pelukan

Kau terus menjelma dalam angan

Membelenggu rasa hingga jadi pesakitan

 

Rasa tak berhaluan

Terdampar pada samudera kegalauan

Hingga rindu rasa tak bertuan

 

Rasa kian membara

Rindang rindu tiada guna

Tiada bertuan tiada pula berteman

Sendiri dalam penantian menunggu pada angan

 

Krian Sidoarjo 21 April 2021

 

AKU MASIH MERINDU Lilik Puji Astutik

 

Diam bisu tak ada sapa ramah lagi

Canda menguap berganti benci

Aksara tak lagi indah dalam diksi

Sungguh semua terasa menyiksa hati

 

Rindu masih panjang membentang

Tapi tatapan tak lagi bisa memandang

Hanya janji yang selayang pandang

 

Tak sanggup rasa membuang

Wajah yang terus membayang

Mengapa hati semakin melayang

 

Aku masih merindu dan terus merindu

Mengapa terhenti sapa untukku

Sedang aku berharap selalu

Sebait aksara indah dalam chatmu

 

Krian Sidoarjo 15 April 2021

 

MELAYU RAGA Lilik Puji Astutik

 

Angin berbisik lirih

Hati terdampar perih

Jiwa tertawan letih

Rasa memeluk sedih

 

Mengapa rindu membebani jiwa

Rindu terus bermain rasa

Hingga jatuh melayu raga

 

Krian Sidoarjo 12 April 2021

 

 

KUNIKMATI RINDU WALAU SAKIT Lilik Puji Astutik

 

Seperti candu kau memikat hatiku

Membuatku menggila hingga terpesona

Terjebak rasa yang membelenggu

Hingga membuat aku tertawan dilema

 

Kunikmati setiap desiran halus di hati

Walau sakit aku terus bermain diksi

Mengharapkan kau hadir dalam mimpi

 

Mengapa rasa begitu menyiksa

Aku memujamu seperti dewa

Menempatkan dalam kuil cinta

 

Begitu lelah hati menanti

Saat rindu terus berkeliaran pada fantasi

Tangispun memecah sunyi

Saat sadari kau terus menjadi hantu dalam hati\

 

Krian 11 April 2021




Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler