Skip to Content

Januari 2020

hujan dipantai ini

 Hujan dipantai ini

butiran yang membasahi setia turun kembali

membawa kembali luka di goresan duri

menyebakkan perih diatas keperihan

kepingan cermin duka masih tersisa

bahkan dengan sengaja bisa melara sampai kejiwa

 

Aku disini

Meratap sepi menunggu hujan di pantai ini

Prakata Waktu

Aku adalah sebuah satuan yang terus berdetak tak kenal henti

Aku adalah lambang keegoisan yang tak mau bergerak mundur walau sedetik pun

Aku Adalah Kertas

Aku adalah kertas

Yang tidak bisa menulisi diriku sendiri

Bermain dengan tinta hitam sebelum menjadi usang

Atau menjadi saksi nyata yang dipertaruhkan

 

negeriku ngeriku

Negeriku Ngeriku

 

Kemerosotan moral para pemimpin

Kebejatan etika para petinggi

Arogansi kekuasaan dan materi

telah melebur semua sejalan dengan dentuman reforrmasi.. 

apa yg direformasi.. entah..

 

Korupsi jadi kasta tertinggi dalam tatanan kejahatan di bumi yang katanya berdemokrasi

Qin

Qin

 

Perempuan itu menyendiri sendiri

Tatap matanya yang sendu tidak mengerakkan mereka untuk iba

waktu telah mengilasnya

 

Qin 

Apa aku pantas 2

   Rangkul aku
Merangkul kesetiaan itu

meski,ku tau rindu itu Berat

namun hujan adalah teman setia

Kala berdua dengan mu menikmati dingin nya anginangin malam

 terasa hangat saat dimilikimu dibawah Mega tertutup kabut putih,

Apa aku pantas

Tidak penting terlihat indah tpi pernh mengcewakan , yang biasa bisa setia cukup tau terlihat sederhana itu meyakinkan menerima tulus itu sudah menjukan bahwa  itu istimewa 

 

_regineratu_

Ini ragaku


Saat kau genggam aku

Ini ragaku yang enggga tahu..dan hatiku..
Dan telah  tahu kisah laluku..
Bila  bisa apa yang kamu rasakan,merelakan aku

TREMENDUM

TREMENDUM

(karya Rahmat Sudirman)

 

Ada Yang datang, samar-samar

ada yang hilang, sayup lembut

 

misteri



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler