Skip to Content

Senyap Menggema

Foto Yunianto Agus

Senyap risau hati menggema,

Penuhi kubangan rasa yang larut.

Berbahasa sederhana, berkata-kata dalam.

Masuk ke kolong-kolong pikirku.

 

Rasa kuat menekan rasa,

Kembali pada cerita sekian windu.

Perjalanan yang tak kan kembali.

Kini dapat kuraih hanya dalam pikirku.

Matakupun tidak! 

 

Derai semakin deras mengurai,

Waktu-waktu yang masih tersimpan.

Seperti gemuruh aliran sungai di sampingku.

Tenggelamkan getar dalam gemetar yang tertahan.

Dalam tertanam ke dalam.

 

Tumbuh berjejal seperti ilalang,

Yang ketika berbunga tampak indahnya.

Sesaat kemudian mengering.

Dan menunggu pergantian musim untuk bersemi.

 

Itulah gema hati yang senyap, cerita pada kisahku.....!

 

 

        Anggkringan Anggajaya, 06 Desember 2019 

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler