Skip to Content

#cerpen

Dua Ratus Kalimat Cinta untuk Mey

Lantunan ayat-ayat cinta itu kembali hadir dalam kemarau hatiku yang kian gersang, dua ratus ayat cinta itu menggantikan sembilan puluh delapan harapan yang hanya menjadi kenangan yang kian menyesakkan. Kini seratus dua harapan baru telah menjemputku untuk menjadi wanita yang paling sempurna setelah jubah hitam sempat menyelimutiku saat aku merasa benar-benar rapuh.

BONEKA PLASTIK

BONEKA PLASTIK

Sri Wintala Achmad

 

ORANG-ORANG SERIGALA

ORANG-ORANG SERIGALA

Sri Wintala Achmad

 

UPACARA WISUDA

Upacara wisuda itu baru saja berlalu. Baju toga yang dikenakannya segera ia lepaskan. Di dalam kamar, pada sebuah almari kayu tua, tatapan matanya tertuju. Ia mendekat. Kemudian memandangi cermin pada almari kayu peninggalan kakek buyutnya itu.

Dendam Maria

Sore hari ketika Ali mati dihadapannya, Maria sedang membenarkan letak kerah baju kemejanya. Sekitar 20 detik yang lalu, sambil memoleskan gincu pada bibirnya yang agak basah, Maria memandangi Ali yang sedang sekarat dengan tatapan yang biasa-biasa saja, di atas kasur pada kamar hotel yang baru ia dan Ali singgahi kira-kira 25 menit sebelumnya.

Tenda Biru

 (Tak sengaja lewat depan rumahmu.  Ku melihat ada tenda biru. Di hiasi indahnya janur kuning.  Hati bertanya pernikahan siapa?  Tak percaya  tapi ini terjadi kau bersanding duduk di pelaminan. Air mata jatuh tak tertahankan. Kau hianati cinta suci ini.  Tenda Biru- Desy Ratna sari)

Sepertiga Matahari

Sepertiga Matahari

PENGHUNI RUMAH TUA DI SUDUT JALAN

Senja belum hilang sempurna dan malam telah berangsur datang.  Suasana remang. Aku kembali lewat di depan rumah tua itu.  Letaknya di ujung jalan. Tempat yang harus kulewati setiap kali pulang dan pergi bekerja.  Selama belasan tahun aku berlalu-lalang di tempat itu, dan baru kemarin sore aku menaruh perhatian khusus terhadap rumah itu.

SENJA BIRU DI SELAT SUNDA

Aku harus pulang, kembali ke kampung halamanku di tepian Sungai Komering.  Bandung segera akan menjadi Kota Kenangan. Sambil berkemas-kemas pikiranku melayang jauh ke kampung halaman, memikirkan keadaan ubak yang tengah kritis tersebab kanker di tubuhnya.

BIARKAN SEJENAK AKU MENANGIS

Bila hidup ini adalah anugrah maka bagiku anugrah itu adalah suka dan duka yang selalu silih berganti. Bila hidup ini adalah derita maka derita itu bagiku adalah nafas dari kehidupan itu sendiri.

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler