Skip to Content

Hikayat CERITA RAJA KILAN SYAH SERTA PUTRANYA

Foto Anna Windri

CERITA RAJA KILAN SYAH SERTA PUTRANYA

Di sebuah kerajaan yang besar yaitu negeri Istabul. Raja dari kerajaan itu bernama Kilan Syah dan istinya bernama tuan putri Nur Zainun anak dari negeri Kastambar dengan mentrinya yang bernama Mangkubumi. Raja kilan Syah memiliki seorang putra yang bernama Johan Rasyid. Raja Johan Rasyid selain memiliki paras yang tampan dia juga sangat bijaksana. Umur dari Raja Johan Rasyid empat belas tahun. Dengan takdir Tuhan, Raja Kilan Syah pun sakit keras dan kerajaan sedang berdukacita akan sakit yang sedang diderita oleh rajanya.

            Anakanda baginda Raja Johan Rasyid pun tidak lagi menyuruh para hukama dan ulama untuk mengobati ayahnya karena obat itu tidak memberi reaksi kepada baginda; seperti racun untuknya. Semakin hari semakin parah penyakit dari Raja Kilan Syah. karena merasa dirinya tidak akan bertahan lama, maka Raja Kilan Syah pun memanggil semua orang-orang besar yang ada di kerajaan. Raja Kilan Syah memberi amanat untuk seisi kerajaan dan tidak lupa untuk putranya yaitu Raja Johan Rasyid. Setelah Raja Kilan Syah berwasiat, beliau pun meninggalkan dunia diiringi tangisan seisi istana. Jenazah Raja Kilan Syah pun dikubur sesuai dengan adat untuk raja-raja besar.

            Setahun kemudian Raja Johan Rasyid sudah sah menggantikan ayahnya sebagai seorang raja. Akan tetapi dia melupakan amanat dari ayahnya; melainkan hawa nafsu yang dia ikuti. Semakin hari cara memimpin Raja Johan Rasyid semakin menjadi-jadi. Perdana mentri dan orang-orang kerajaan pun kembali mengingatkan bahwa Raja Johan Rasyid sudah melupakan amanat Raja Kilan Syah. Akan tetapi setelah diingatkan cara memimpin Raja Johan Rasyid tidak juga membaik, namun semakin memburuk. Perdana mentri dan orang-orang kerajaan pun bermusyawarah untuk membicarana cara memimpin Raja Johan Rasyid supaya adil agar kerajaan Istabul tidak binasa. Setelah bermusyawarah, perdana mentri dan orang-orang besar istana dibawa oleh empat orang yang dikasihi Raja untuk menemui Raja Johan Rasyid.

            Suatu hari perdana mentri dan orang-orang besar kerajaan bermaksud menemui Raja Johan Rasyid, namun tidak dihiraukannya oleh Raja Johan Rasyid. Semakin hari Raja Johan Rasyid semakin serakah, maka negeri itupun dibuat musin kemarau yang panjang oleh Allah sibhanahu wata’ala bahkan seharipun tidak turun hujan. Kemarau itu menyebabkan tanaman penduduk mati. Pedagang pun tidak mau berjualan ke negeri Istabu karena tau Rajanya sangatlah licik. Maka makanan yang ada di negeri tersebut sangat mahal dan rakyat dari negeri Istabu banyak yang mati karena kelaparan. Para pegawai dan wasir pun datang menemui perdana mentri untuk bertanya tentang cara memimpin Raja Johan Rasyid. Setelah mendengar Rajanya hendak dibunuh, perdana mentri memutuskan untuk membicarakan hukuman terhadap Rajanya kepada mufti. Maka mufti memberi tahu perdana mentri untuk menyuruh Raja Johan Rasyid bertobat , jika tidak barulah Raja Johan Rasyid boleh dibunuh. Didengar oleh Raja Johan Rasyid akan dirinya yang akan dibunuh, beliau pun meninggalkan istana dengan menunggangi seekor kuda. Karena tidak Raja Johan Rasyid pergi, dijadikannya Kadi sebagai raja sementara. Hal itu membuat negeri Istabul kembali mengikuti adat sebelumnya.

            Empat puluh hari sudah Raja Johan Rasyid meninggalkan istana. Di perjalanan, beliau bertemu dengan perampok delapan orang. Dirampaslah kuda dan pakaian dari Raja Johan Rasyid. Setelah lama berjalan, dia merasa kelaparan dan kehausan. Barulah dia sadar akan kejahatan yang telah diperbuatnya kepada kerajaannya. Maka Raja Johan Rasyid pun menyesal dan bertobat kepada Allah subhanahu wata’ala. Maka Raja Johan Rasyid menjadi seorang fakir dan pergi ke negeri orang serta menebus dosanya dan menjauhkannya dari maksiat. Maka Kadi pun yang menjadi raja di kerajaan Istabul serta anak cucunya.

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler