Skip to Content

KELUH (KELUD) MENGESAH

Foto Dadox

(Mengenang Peristiwa Erupsi Gunung Kelud)

 

 


Kesah berdentang sesubuh-subuhnya

untuk bilur resah tak terbantahkan

di bibir stratovulkan belia berkuncup gelisah

dimana sedari hari yang terus berlari,

dongengkan sisa-sisa pintu yang ditinggal terbuka

bagi cambuk kumulonimbus yang mencicit.


Kabar berkibar,palungan ketegaran menciut

bersujud pada kemelut erangan kelud

menuntut gugusan resah menyantuni hawa pereka rasa 

dimana sedari detik menggetik sumbu remang

sudah penat bergumul resah

mengekori pawai tangis pada penumpu gelisah

pada debu

pada awan

pada pijar

pada pisah

pada esok

pada para penyanjung ikhlas


Itu pancang tumbukan tiga arena sudah terbatuk sakit

mengerang berang,nyaris tak berampun.

Bersil hidung area ziarah sudah bersin

kantong-kantong cair berisikan takut dimuntahkan

lewat paruhnya yang parau,garang memanifestasikan murka padu
Menantang para pendosa berakhlak mulia

menaklukkan Murkanya dengan kemuliaan tamak


Wajah kelud yang mengeluh dalam kesah 
menggelar bentangan titian khidmat

Pejal terjejal doa dan sujud khusyuk sembahyang 

berteman pasrah pada guratanwajah sendu yang tak mampu berkisah

pada bingkisan empati dan simpati serupa telepati

pada janji berhati yang sudah waktunya ditepati

Segala kesah berpayung pinta pasi 

dilambungkan tinggi-tinggi agar menyentuh leluhur dan sang Maha segalanya

hingga menggempur rumpun rungkup hari agar menjulang lagi



 

 

Malang, 15 Februari 2014


Silahkan berikan komentar, kritik / saran yang membangun :)

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler