Skip to Content

MALAM SESABIT BULAN

Foto Pena Hasan Bsaidi

manakala tak ada lagi yang bisa kita lakukan

maka biarkanlah ribuan bintang itu menggigil di kejauhan

dan di bawah kerlipnya, marilah kita saling nyanyi

saling cari

yang tak kembali

  

manakala tak ada lagi yang  dapat kita ucapkan

maka biarkanlah sesabit bulan biru  itu yang  bicara

dan di bawah temaramnya, marilah kita saling dekap

saling cium

dalam kenangan

 

sebagaimana  pertemuan

pun cinta dan perpisahan, tak pernah bisa direncanakan

kehilangan mungkin serupa rintihan hujan, selalu melebihkan sedikit sedih

tapi ingatlah, di antara bening ciumannya, hujan juga pernah menyatukan kita

dan bila kau rindukan  saat-saat sebegitu

temuilah aku, dalam sunyimu

dalam puisiku

 

karena di situ akan selalu ada aku

bersama ciuman paling rindu

untukmu

, cinta yang  tak bisa  aku genggam

 

maka manakala tak ada lagi yang dapat kita lakukan, tak pula terlupakan

maka biarlah semua jadi nyanyian

, abadi dalam sajakku

 

Batam, 26.11.2014

Komentar

Foto Beni Guntarman

Nice!!!

Nice!!!! Puisi yang betul-betul indah dan berkelas. Saran buatmu kawan, puisi yang indah saja tak cukup. Pilihlah label yang paling banyak tulisan terkait di dalamnya agar bisa dibaca oleh banyak orang, dan juga share berulang kali secara berkala ke fb atau twitter agar bisa ditemukan dan dibaca oleh banyak orang. Teruslah berkarya, salam sastra!

Beni Guntarman

Foto j.

Nice, :)

Nice, :)

Foto Dadox

Keren

salam sastra :D

Foto Pena Hasan Bsaidi

malam bang Beni Guntarman,

malam bang Beni Guntarman, makasih untuk apresiasi, saran dan masukannya, makasih juga telah memperkenalkan saya dengan jendela sastra ini, makasih juga buat sdr Dadox, sdr. NICE , salam kenal dan salam puisi buat semuanya

Foto Dadox

Salam kenal

Ok sdr. salam kenal, & salam puisi juga :)

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler