Skip to Content

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang
annisa rizka roselinaSembunyikan WaktuMega Dini SariMungkin Aku Lupa

Puisi

Sayap-sayap patah

Kutermenung di pembaringan ini

Melihat kau terkulai lemah lemas seakan tak bertulang

Kasih, lama kau terbang hingga tekulai lemah sayapmu

sheila

Inikah kau kini

Tak lagi menulis surat saat hariku

Yang kunanti

Ketika berlalunya angin usiaku

Meniupkan api kenangan

muara waktu

Ku hirup udara subuh pagi ini

Begitu suci seperti teriakan bayi yang baru saja lahir

Dinginnya menyentuh lembut

Menyihir untuk tetap terjaga dalam lelap

Ketakutanku

Lama kami menunggu dibawah pohon akasia ini

Dikeriuhan lalu lalang kendaraan

Bercengkarama dan diselingi gelak tawa, canda ria

Tanpa peduli tatapan orang

bahagia atau luka adalah cinta

Cinta datang tak kenal hati

Cinta akan hadir dalam hati

Menggenggam erat sulit tuk terlepas

Menjaganya tetap bersemayam dalam kehangatan

Ibuku sayang

Ibu..

Tak ada duka dalam plukmu...

Tak ada tangis dalam belaianmu...

Semuanya hangat sampai kehatiku...

Sehingga damai itu yang terasa selalu...

 

teruntukmu (edelweisku)

Mendeskripsikan wajahmu

Seperti terdiam duduk di atas batu sungai yang jernih

Tak bosan aku melihatnya, tak jenuh aku mendengarnya

*Orange Sky*

Orange sky is when I seat on my porch
It’s my sweetest grieve
It’s when I lay my life in the hand of faith
and silently embrace my wounds and my happiness

poem for my Father

I see you quite in many days Sir,

sumtimes not at all

You are the best painting that i admire the most

You write letters even when i'm near you

Diam-diam

Ketika
subuh telah semakin basah
sembabkan kelopak dedaunan
lalu kembali engkau katakan
keheningan membuat air mata
lebih mudah teruraikan.
Matamu kuyup serupa rumput

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler