Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Dua Ratus Kalimat Cinta untuk Mey

Lantunan ayat-ayat cinta itu kembali hadir dalam kemarau hatiku yang kian gersang, dua ratus ayat cinta itu menggantikan sembilan puluh delapan harapan yang hanya menjadi kenangan yang kian menyesakkan. Kini seratus dua harapan baru telah menjemputku untuk menjadi wanita yang paling sempurna setelah jubah hitam sempat menyelimutiku saat aku merasa benar-benar rapuh.

Mega Dini SariMungkin Aku LupakesaSajak Ombak
Hidayatul KhomariaDua Ratus Kalimat Cinta ...Ag. Andoyo SulyantoroPuisi2 Ag. Andoyo ...

Puisi

PUNCAK

Pondering, pondering on you, dear…

Minggu pagi di sini. Kederasan ramai kota yang
terbawa

SELAMA BULAN MENYINARI DADANYA

Selama bulan menyinari dadanya jadi pualam
ranjang padang putih tiada batas
sepilah panggil-panggilan
antara aku dan mereka yang bertolak
Aku bukan lagi si cilik tidak tahu jalan

BUAT NYONYA N.

Sudah terlampau puncak pada tahun yang lalu,
dan kini dia turun ke rendahan datar.
Tiba di puncak dan dia sungguh tidak tahu,
Burung-burung asing bermain keliling kepalanya

AKU BERKISAR ANTARA MEREKA

Aku berkisar antara mereka sejak terpaksa
Bertukar rupa di pinggir jalan, aku pakai mata
mereka
pergi ikut mengunjungi gelanggang bersenda:
kenyataan-kenyataan yang didapatnya.

KEPADA PEMINTA-MINTA

Baik, baik aku akan menghadap Dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tentang lagi aku
Nanti darahku jadi beku.

Jangan lagi kau bercerita

SIAP SEDIA

Kepada Angkatanku

Tanganmu nanti tegang kaku,
Jantungmu nanti berdebar berhenti,
Tubuhmu nanti mengeras membatu,
Tapi kami sederap mengganti,
Terus memahat ini Tugu.

SELAMAT TINGGAL

Aku berkaca

Ini muka penuh luka
Siapa punya ?
 
Kudengar seru menderu
dalam hatiku
Apa hanya angin lalu?

KEPADA KAWAN

Sebelum Ajal mendekat dan mengkhianat,
mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,
selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,

DI MESJID

Kuseru saja Dia
Sehingga datang juga

NISAN

untuk neneknda

Bukan kematian benar menusuk kalbu

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler