Skip to Content

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang
annisa rizka roselinaSembunyikan WaktuMega Dini SariMungkin Aku Lupa

Puisi

Simphoni di Ujung Senja

 

 

Ketika rasa menyentuh jiwa

 Dan gelora melilit sanubari

Tumbuh benih-benih asmarah

TETAP KU DEKAP

TETAP KU DEKAP

Tetap melangkah biarpun tersandung

Tetap  kuberlari walaupun terjatuh

AKU TAK MENYESAL

 

Pilu yang mencekam

Menghimpit jiwa nan lara

Merejam kalbu menghukum sanubari

 

Puisi-Puisi Masterpiece 2 Asrul Sani Abu

17. Kediaman Impian

Hamparan rumput hijau dan pepohonan rindang

Hamparan sungai yang mengalir jernih

Hamparan bukit yang menghijau, memanggil.

 

Puisi Masterpiece Asrul Sani Abu

 

01.Maha Karya

Maha karya nan abadi

Dari segalanya untuk segalanya

Semua terhubung dengan semua

Dari awal hingga akhir

 

SELAPIS BUMI TUJUH LAPIS LANGIT

 

kesatu Ngit, permisi, numpang lewat, aku ingin melihat dari sini

Eit, tidak bisa, ayo balik lagi, ini langitku, bukan langitmu

SALAMUN ALAYKA YA KH

Bahasa cintamu tampak pada wajah pucat
Kemudian memerah bara pada butiran keringat
Tak ada tulisan tak ada bahasa tersurat 

MENYAPAMU

 

kota tua kita beda

 

201606190419_Kotabaru_Karawang

Puisi-puisi Fathor Razi

KUKIRA DETIK INI

kukira, detik ini

kesetiakawanan kita menjadi “tanya”

dunia benar-benar tak selebar daun gelombang cinta

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler