Skip to Content

#4334 dan #437_Erni Yunting

Foto Hakimi Sarlan Rasyid
files/user/8241/82517704_115433326660364_6658688670314266624_n.jpg
82517704_115433326660364_6658688670314266624_n.jpg

 

BERTEMU DI KINTAMANI

Erni Yunting

Senja perlahan layu
Bermula di Kintamani
Bersama telusuri sunyi
Malu-malu saling merayu

Cerita cinta lantas bergulir
Di pohon-pohon karet bertutur
Mengukir manis sepanjang Batur

Andai waktu bisa diatur
Andainya bulan Juni diundur
Tidaklah sekarang daku terbentur

Duhai kekasih kunanti
Merindu tanpa henti
Kisah di Kintamani
Tak pernah mati

Ambawang, 11 Agustus 2020

 

TIDAKLAH DAKU LUPA SEMBAHYANG

(Erni Yunting)


Sawit-sawit membentang

Seketika kurasa ada yang hilang

Sawah-sawah berganti rupa sekarang

Senandung gembala tidak lagi kumandang


Satu-persatu kupungut kenangan bertandang

Seluruhnya berbaris-baris tak terbilang

Serupa alir air yang menerjang


Tapi daku orang periang

Besok lusa kembali berdendang

Masa lalu biarlah jadi kenangan usang


Apapun itu kisah sekarang

Zaman yang silam tak berulang

Paling penting tak lupa sembahyang

Adat dan budaya tetap dipandang

 

Ambawang, 26 Juni 2020

 

 

KEKASIH JAUH

 (Erni Yunting)

Tampak bulan separuh
Langit berhias bintang
Indahnya tak tersentuh
Serupa rindu bertandang
Duhai kekasih yang jauh
Ke langit harapan ditabuh
Hanya padamu rasa berlabuh
Ambawang, 09 Agustus 2020

SAKSI PUISIKU

(Erni Yunting)

Berdirinya bertongkat kini
Gubuk berdaun Nipah
Di perbukitan sunyi
Tidak lagi gagah

Bila gubuk terbujur kaku
Tersebab kau saksi puisiku
Sirnalah semua kenangannya daku

 Ambawang, 29 April 2020

 

SEMUSIM BUNGA
(Erni Yunting)

 

Seikat bunga kauberi
Serasa tidak percaya
Kukira rindu sendiri
Ternyata rasa seirama

 

Tapi cinta semusim mekarnya
Serupa layu seikat bunga
Kini diam dalam tanya

 

Ambawang, 16 Juli 2020

 

 

ERNI YUNTING_SESAK RINDU
DITULIS DALAM BENTUK 43_7

 

SESAK RINDU
(Erni Yunting)

 

Terlihat sangat memukau
Seperti adanya engkau
Tapi tak terjangkau
Bulan di danau

 

Jarak memisah teramat jauh
Sesak rindu kian menabuh
Ke mana harus berlabuh

 

Ambawang, 04 Mei 2020

 

Dalam kalimat lepas, barangkali bait pertama SESAK RINDU/Erni Yunting bisa ditulis sbb. :

 

Engkau bagai bayangan bulan di danau. Tak kalah memukau, bagai bulan sesungguhnya yang nun jauh disana. Tapi engkau tidak bisa dijangkau. Bulan yang sesungguhnya dan bayangan bulan di danau adalah sesuatu yang tidak mungkin dapat disentuh.

 

Ketidakmungkinan menjangkau diperparah dengan kondisi jauhnya jarak Erni Yunting dengan “engkau”nya. Keadaan itu bukan mematikan rasa rindu tapi malah sebaliknya. Semakin menjadi-jadi rindunya.

Di puncak rindunya Erni Yunting mengibaratkan dirinya sebuah kapal dan bertanya kemana dan dimana harus berlabuh.

 

Dalam puisi ini Erni Yunting tampak sedang sungguh-sungguh tentang seseorang. Tanpak jelas ini bukan puisi religi karena bulan adalah bentuk. Dan bentuk tidak bisa mewakili perumpamaan Sang Pencipta. Hanya orang yang bisa diibaratkan dengan bulan yang indah memukau.

 

Biarkan Erni Yunting dengan seseoangnya. Kita lihat bait pertamanya. Ada rasa mengganjal untuk menjembatani baris demi baris. Kalau bunyi rangkap “au” sulit untuk dipakai Erni bisa mencari yang lain.

Kita tunggu karya berikutnya dari Erni Yunting.

 

202005031645_Kotabaru_Karawang

 

 

 

SEIKAT BUNGA DI BULAN JUNI
- Erni Yunting

 

Seikat bunga beraneka warna
Terselip pula kata-kata
Kurasa melayang
Membacanya

 

Hati berbunga-bunga
Bahagianya tidak terkata
Caramu merayu amatlah bersahaja

 

Bulan Juni menjadi saksi
Bersama berucap janji
Saling mencintai

 

Berbait kata nan puitis
Seikat bunga di bulan Juni
Akan menjadi kenangan romantis
Semoga tidak layu dan mewangi abadi

 

Ambawang, 18 Juni 2020

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler