Skip to Content

#4334 dan #437_Sanggabuana Respati

Foto Hakimi Sarlan Rasyid
files/user/8241/116276213_336897880807694_4183257238434563623_n.jpg
116276213_336897880807694_4183257238434563623_n.jpg

Dari Hakimi Sarlan Rasyid untuk Sanggabuana Respati tentang puisi dalam bentuk #4334 berjudul SYAIR DAUN RETAK/

SYAIR DAUN RETAK

Aku meminang senyap
Tuliskan syair kelopak
Ranggas dan retak
Melayang tanpa sayap

Kau biarkan aku mengapung
Terbang ke bukit tandus
Terbungkus langit yang mendung

Hujan tiada turun membeku
Sampai kujatuh diam tersungkur
Kering kerontang dan kaku

Serupa menimang harap
Aku melayang rapuh
Dalam angin gemuruh
Hilang dan lenyap

Cimahi, 30/07/2020

Sebagai penggagas bentuk puisi #4334 kakek mengucapkan terima kasih atas kesediaanmu menulis puisi ini.

Berikut ini adalah telaah atas gubahanmu.

- pola bait dan baris sudah betul,

- yang harys diperbaiki adalah pola persamaan bunyi pada akhir tiap bait,

- bait pertama dan keempat polanya adalah : aaaa, atau abab, atau aabb, atau bbaa.

- bait kedua dan ketiga polanya bebas terikat. Bebas artinya bolah aaa, bbb. Terikat artinya jika bait kedua berpola abc maka bait ketiga harus abc juga. Jika bait kedua berpola aba maka bait ketiga harus aba juga.

SYAIR DAUN RETAK yang kaugubah semua baitnya tidak seperti yang diharuskan.

Bukan hanya persamaan bunyi tapi juga persamaan tulisannya.

Pada bait pertama jika akan bunyi ak maka semuanya harus ak. Jika akan berbunyi ap maka semuanya harus berbunyi ap. Jika baris pertamanya ak dan baris keduanya ap maka baris ketiga harus ak dan baris keempat harus ak.

Demikian telaah kakek atas puisi gubahanmu.

Sekali lagi kakek ucapkan terima kasih atas kesediaanmu meluangkan waktu untuk menggubah puisi dalambentuk #4334.

Kotabaru Karawang, 30 Juli 2020_2058
Hakimi Sarlan Rasyid

 

KABUT LUKA
Sanggabuana Respati

 

Lebur hatiku kasih
Ketika bulan bersih
Engkau langkah berlalu
Menitip rasa kelu

 

Bersideku daku di rerumput
Menghitung sunyi dalam kabut
Mendekap luka yang larut

 

Cimahi, 16/07/2020Untuk

 

RUNTUHAN HATI
Sanggabuana Respati

 

Air melebur ombak
Seperti anyaman riak
Menyapu pasir tersibak
Nyiur bergetar berteriak

 

Begitu hatiku luruh tergulung
Memanggil-panggil tangan melambai
Kau pergi sampan terapung

 

Tersuruk jiwa sedalam palung
Coba berenang lalu menggapai
Setinggi gunung terbang melambung

 

Tiada kau dengar
Sungguhpun hati berdebar
Hingga kian nanar
Sukma jatuh terkapar

 

Cimahi, 18/07/2020

 

SAJADAH MALAM
Sanggabuana Respati

Jiwa itu bersenggama
Beralas malam kelam
Mempertanyakan tikaman karma
Sisa kembara malam

Lama sudah hujan menepi
Bertaut lumpur tiada rumputan
Terpeleset jatuh dalam sepi

Air mata sesalan terbakar
Mencari hangat dekapan Tuhan
Melaut di sajadah terhampar

Sukma itu terbang
Beriring doa melayang
Memohon segala ampunan
Tunjukkan lurus jalan

Cimahi, 17-07-2020

 

SAJAK DOA BAGI SAPARDI DJOKO DAMONO
Sanggabuana Respati

 

Guntur itu berteriak
Pagi masih muda
Menusuk relung dada
Aku menunduk sejenak

 

Telah berpulang dari pelukan
Teriring sajak duka lara
Guru yang tiada mengajarkan

 

Puisi sunyi dalam dekapan
Bertabur bunga tiada tara
Berwujud doa di pemakaman

 

Malaikat terbang berarak
Melantunkan seribu puji
Al'fatihah pada Illahi
Penghantar tidur nyenyak

 

Cimahi, 19/07/2020

 

YANG DATANG YANG BERPULANG
Sanggabuana Respati

 

Yang datang dariNya
Buku langkah kehidupan
Yang berpulang padaNya
Membawa bekal catatan

 

Datang disambut gema Adzan
Pergi dihantar ribu tangisan
Yang tertinggal hanya amalan

 

Diingat kenangan sepanjang jalan
Terpatri dalam benak ingatan
Seraya menunggu waktu panggilan

 

Yang datang mengisi
Yang pergi berganti
Datang pergi pasti
Takdir bukan tradisi

 

Cimahi, 19/07/2020

 

LUKA SANG DARA

Sanggabuana Respati

 

 

Malam tanpa bulan

Kabut turuni pagar

Memeluk rumput halaman

Bunga gigil gemetar

 

Dara duduk seorang diri

Menghitung gemintang tanpa rembulan

Mencuri remang cahya mentari

 

Ditiupkannya keluh yang nyeri

Pada labirin penghujung jalan

Hingga kabut hilang berlari

 

Menepis padam kekalahan

Biarkan bulan membakar

Rindu dendam dilupakan

Luka turut terhampar

 

 

Cimahi, 29/08/2020

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler