Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Mega Dini SariMungkin Aku LupaIyus YusandiRenjana
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Puisi

Kematian Menjelang Duabelas

sabtu pagi
sesosok sajak tergeletak
tanpa nyawa
mati
terbunuh
di laci meja redaktur sastra

tak ada yang peduli
bahkan kecoa pun !

hanya pemulung itu yang tahu

Daun Akar dan Hujan Malam

tanyakan pada daun
tentang pagi, kuncup dan pucuk-pucuk
yang datang bersama embun
lalu hilang di sepenggalan hari

tanyakan pada akar
tentang gersang

Tidurlah di pelukku sayang

Malam ini kuingin kau terlelap dipelukku...

Melewati kesunyian yang kian pilu...

Dalam mimpi indah seperti dalam do'aku...

Telanjang Itu Tidak Gila, Kawan!

Dia berkata, "Aku malu bertelanjang bulat."

Eh.. masihkah ada malu?

Tak perlu malu bila pun bertelanjang bulat, sayang.

 

Do'a zaqiyah ( kepada sang khalik )

Ya robbku..


Aku telah dilahirkan dari rahim bundaku yang telah bertaruh nyawa demi aku..

Berjuang dengan menyebut asmamu tanpa takut tanpa ragu..

optimistic

Mungkin aku tak bisa melihat indahnya dunia ini

Tapi aku bisa mendengar rasa sukacita para penghuni bumi ini

Mungkin orang berfikir duniaku gelap tanpa cahaya

Lamunan

Ketika sang mentari sudah menampakkan dirinya

Dan sinar mentari sudah menyinari bumi

Aku masih saja terdiam di dalam kamar

Dengan masih mengenakan mukenah putihku

Puisi (Ketika Cinta Tak menyapa)

ketika cinta tak menyapa

derai air mata

menghilang sudah asa

 

ITU

Raguku bersinar dalam cahaya bara api

Baergejolak dihati menghancurkan raga

Benar....

Monolog pagi

monologku mati

di penghujung pagi tak bertuan

rayuanku pada Tuhan sia – sia

Dia tak menyapa,

Tiba – tiba aku membeku pasi

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler